Cari
Abbas Putuskan Tidak Calonkan Diri Karena 3 Kejadian Memalukan
cetakan E-Mail
Abbas Putuskan Tidak Calonkan Diri Karena 3 Kejadian Memalukan
[ 09/12/2009 - 02:51 ]

London – Infopalestina: Presiden Mahmud Abbas telah memutuskan untuk tidak mencalonkan diri setelah menghadapi 3 kejadian yang memalukan dirinya secara individu dan politik, seperti ditegaskan oleh orang dekat Abu Mazen (Mahmud Abbas). Hal tersebut dinyatakan Abdel Bari Atwan, pemimpin redaksi harian alQuds al Arabi, dalam sebuah artikel yang dipublikasikan pada Rabu (9/12).

Atwan mengatakan, kejadian pertama ketika saat Menlu Amerika Hillary Clinton memperlakukannya dengan cara melecehkan saat bertemu di kota Abu Dhabi bulan lalu, dan memintanya untuk kembali ke meja perundingan dengan "Israel" tanpa pembekukan pemukiman Yahudi oleh pemerintahan Benjamin Netanyahu. Juga penegasan Clinton atas penghinaan dan kesombongan penuh dengan responya yang dini dan cepat atas pernyataan Abbas untuk tidak mencalonkan diri dalam pemilu dengan mengungkapkan kesediaannya (Clinton)  untuk berurusan dengan Abbas di kejadian lain yang dipilih (Abbas).

Kejadian kedua adalah saat pemerintah Mesir melalui lisan Menteri Luar Negeri Ahmed Aboul Gheit, bersikeras menyambut baik kembalinya negosiasi sesuai dengan referensi yang menekankan persoalan-persoalan solusi final, seperti Yerusalem dan pengungsi Palestina, permukiman Yahudi, air dan perbatasan. Kejadian sangat mengejutkan Abbas dan berubah menjadi luka pribadi yang menganga ketika Aboul Gheit berkata kepadanya dalam sebuah pertemuan yang diliputi dengan penyesalan: "Bersikeras Anda menolak kembali ke perundingan tanpa pembekuan pemukiman Yahudi sesuai dengan permintaan Amerika; artinya Anda telah selesai, tuan Abbas."

Kejadian ketiga ketika salah seorang cucu Presiden Abbas datang kepadanya dengan linangan air mata, meminta agar keluarganya segera meninggalkan Ramallah ke negara lain. Ketika Abbas bertanya kepada cucunya mengenai sebab permintaan tersebut, dia menjawab bahwa rekan-rekannya di sekolah mengejek kakeknya (yakni Presiden Abbas) sebagai pengkhianat dan menjual Palestina. Ini adalah kata-kata yang paling berpengaruh pada jiwanya dan menambah tekanya untuk mengambil keputusan untuk tidak mencalonkan diri dan menarik diri dari kehidupan politik. (seto)

Page Top

 
 
Israel Mau Apa?

Dr. Fayez Abu Shamalah

 



 

Jl. Mampang Prapatan XV no. 15A/3 Mampang Prapatan Jakarta Selatan 12760
Tel. 021-79192705