Gaza – Infopalestina: Dr. Shalah Bardawil, salah seorang pemimpin dari Gerakan Perlawanan Islam Hamas, sekaligus juru bicara fraksi Hamas di parlemen, menegaskan penolakan gerakannya untuk terlibat dalam tawar-menawar dengan penjajah Israel atas persoalan Palestina mulai dari "Oslo" hingga rencana Menteri Perang Zionis Shaul Mofaz. Bardawil menyatakan bahwa Mofaz berupaya untuk mempermainkan kontradiksi Palestina.
Bardawil mengatakan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan surat kabar "Filistine" edisi Selasa (10/11). Dia mengatakan, "Mofaz tahu lebih daripada orang lain bahwa Hamas tidak mungkin terlibat dalam tawar-menawar dengan penjajah Israel pada hak-hak Palestina Hamas telah menolak (perjanjian) "Oslo" dan semua bentuk tawar-menawar pada masalah Palestina yang terjadi setelah itu."
Dia menambahkan, "Mofaz mempermainkan kontradiksi Palestina dan berusaha mengambil keuntungan keberadaannya. Mofaz dan yang lainnya hidup selama lebih dari 15 tahun dalam perundingan sia-sia. Mereka sama sekali tidak memberikan apa-apa buat Palestina. Saya tidak yakin mereka akan memberi sesuatu kepada (Palestina) di masa depan."
Bardawil menegaskan bahwa prinsip pengabaian hak-hak Palestina, walau hanya satu persen, ditolak oleh Hamas. Dia mengatakan, "Apa yang mungkin dapat kita terima adalah negara Palestina yang mencakup seluruh perbatasan tahun 1967, termasuk di dalamnya al Quds, dengan tidak mengakui entitas Zionis dan dengan kemungkinan memberikan gencatan senjata. Ini adalah sudut pandang kami. Tidak akan kami rubah. Semua ide Mofaz tertolak, tidak berarti apa-apa selain sebuah upaya untuk mempermainkan kontradiksi Palestina." (seto)
|