Gaza-Infopalestina: Wara Gaza tak mampu menyembunyikan kemarahannya atas pernyataan Presiden Mahmud Abbas yang menegaskan bahwa terowongan-terowongan di Jalur Gaza itu digunakan untuk penylundupan narkoba dan kendaraaan. Para pemilik terowongan di Gaza dan Mesir marah atas pernyataan ini. Mereke menegaskan, statemen Abbas sebagai tuduhan bohong atas bangsa Palestina. Abbas mengatakan bahwa terowongan itu digunakan untuk membawa wiski, narkoba dan mobil Mercedes. Statemen ini disampaikan Abbas di hadapan para pemimpin Mesir. Ia juga menegaskan bawha sembako masuk lewat perlintasan Israel dan Gaza. Seorang pemilik terowongan Muhamad Mansur pemilik bunker marah atas tuduhan itu dan menganggap Abbas tidak waras. “Semua barang yang masuk bisa dicek pada harga yang masuk Gaza, lalu bagaimana kami menyelundupkan sebagaimana dikatakan Abbas.” Kementrian Dalam Negeri mengawasi harga dan barang-barang yang masuk Gaza yang masuk lewat terowongan tanah yang banyak bermunculan setelah Penjajah Zionis memperketat Isolasi atas Gaza yang dihuni 1.5 juta orang. Dijelaskan Raid Fatuh Koordinator Komite Pengiriman barang-barang ke Gaza bahwa pemerintah Zionis hanya memenuhi 15% saja kebutuhan pokok. Berkaitan dengan ini Jabir Qisthoh wakil kepala distrik Rafah selatan Gaza mengatakan bahwa pernyataan Abbas membuat sesak Mesir sebagai pendukung perlawanan dan menindikasikan Mesir sebagai pengekspor miras dan narkoba. Kantor Al-Quds Press mengutip pernyataan Qisthoh menegaskan, ada komite yang dibentuk pemerintah Palestina dan Gaza serta distrik Rafah yang mengawasi setiap barang yang masuk wilayah lewat terowongan bawah tanah. Dia menyakini bahwa klaim Abu Mazen karena akutnya dilema yang dihadapi, dan penduduk Gaza tidak akan memaafkan tuduhan keji ini. Aparat keamanan Gaza selama dua tahun ini menggalakan perang terhadap narkoba dan para pengedarnya setelah merebak. (arf)
|