Gaza – Infopalestina: Ismail Haniyyah, PM Palestina menegaskan pentingnya rekonsiliasi yang mengakhiri perpecahan Palestina. “Kami kerahkan upaya dengan negara-negara Arab untuk mencapai kesepakatan rekonsiliasi hakiki” tegasnya. Saat menyambut delegasis seniman Suriah di kantor dewan cabinet Palestina di Gaza kemarin sore Ahad (22/11) Haniyya menegaskan, perpecahan merupakan kondisi pengecualian yang tidak wajar, tidak ada bangsa Arab atau Palestina atau siapapun yang memiliki jiwa merdeka senang terhadap perpecahan ini. Namun kami menginginkan persatuan Palestina yang hakiki berdasarkan komitmen dengan prinsip-prinsip nasional Palestina dan program perlawanan. Ia meminta agar semua pihak komitmen dan tidak mundur dari hak-hak dan kewajiban Palestina dan proyek perlawanan. “Kami di sini adalah bagian dari negeri Syam merasa dekat dengan saudara-saudara di Suriah, baik pimpinan atau rakyatnya. Rakyat Palestina terus merasakan pengorbanan seniman Suriah yang selalu komitmen dengan masalah umat dan Palestina terutama dimana terakhir seniman Suriah memproduksi fil serial soal blockade berjudul “gerbang Haarah untuk blockade Gaza”. PM Palestina mengapresiasi presiden Suriah Basyar Asad yang mendukung Palestina dan memberikan solidaritasnya terhadap rakyat Palestina. “Suriah mendukung ketegaran perlawanan Palestina dan persatuannya, karenanya, Suriah akan tetap berada dalam pangkuan khilafah dan kebudayaan agung Islam,” Seniman Suriah sendiri tiba di Jalur Gaza melalui perlintasan Rafah pada Ahad sore kemarin dalam kunjungan solidaritas dengan Jalur Gaza yang diblokade Israel selama lebih dari tiga tahun. Delegasi seniman Suriah terdiri dari Asad Ied, Duraid Liham, Jamal Sulaiman, Rafiq Sabii, Wasad Qudlah dan lain-lain. Mereka disambut baik oleh pemerintah Palestina terutama Dr. Usamah Isawi, Menteri Kebudayaan dan anggota parlemen Palestina, budayawan dan sejumlah warga. Para budayawan itu juga menggelar kunjungan ke terowongan-terowongan di perbatasan Jalur Gaza serta sejumlah wilayah yang dihancurkan Israel dalam agresi terakhir. Mereka juga sempat ikut dalam pentas seni sandiwara yang menggambarkan kondisi pemuda Palestina yang bekerja di ratusan terowongan di perbatasan antara Palestina dan Mesir sejak blockade Israel dimulai. Para seninman Suriah meminta kepada dunia Arab dan internasional untuk bergerak menghentikan penderitaan warga Jalur Gaza dan mengakhiri blockade Israel. Mereka mengecam sikap diam dunia terhadap apa yang terjadi di Jalur Gaza. (bn-bsyr)
|