Gaza-Infopalestina : Photographer berita, Muhammad Baba, koresponden harian Perancis mendapatkan Scope Ingerz internaisonal karena memuat gambar terbaik saat agresi Zionis ke Gaza awal tahun 2009 kemarin. Dallam surat keterangannya asosiasi wartawanan Palestina, Senin (30/11) yang dilansir infopalestina, merasa bangga atas keberhasilan Baba memperoleh penghargaan internasional bidang photography. Penghargaan ini merupakan yang kedua kalinya setelah Ia mendapat penghargaan serupa di Festival Japan Internasional tahun 2008 tetapi sebagai juara kedua, masih tentang kejahatan Zionis terhadap juru kamera Reuther, Fadhal Shinaah ketika pasukan Zionis menembak mobil yang ditumpangi wartawan tersebut dengan roket pada 15/4/2008. Baba juga berhasil mendapat penghargaan dalam festival Thomson Foundation di bidang photography tahun 2008. Selain itu, ia juga mendapatkan piala emas dalam perlombaan photo terbaik tingkat internasional di Amerika dalam bidang pemberitaan tahun 2008. Asosiasi wartawan menyebutkan, wartawan Palestina berada di garis depan dalam melindungi negara dan rakyatnya. Para penulis berita memangku tanggung jawab yang besar dalam menampilkan kebenaran secara professional dalam rangka mempertahankan identitas dan peninggalan tempat suci ummat serta HAM. Dengan ini asosiasi menyatakan sangat gembira dan bangga atas keberhasilanya ini, walau agresi Zionis dan upaya untuk membungkam suara Palestina kian kencang. Ia menganggap keberhasilan Baba sebagai kemenangan untuk teman-teman wartawan yang gugur dalam menjalankan tugasnya. Kemenangan ini juga menggambarkan sejauh mana kemampuan cameramen Palestina dalam menampilkan berita-berita di tengah kondisi sangat sulit. Keberhasilan para wartawan dalam hal ini merupakan serangan balasan dan nyata atas sikap represif Israel terhadap mereka dan menumbuhkan semangat baru terhadap media Palestina. keberhasilan ini akan meningkatkan semangat perlawanan dan perjuangan rakyat Palestina dan medianya dalam memerangi Zionis dalam segala bidangnya. Kemenangan ini mengandung misi kepada Mahmud Abbas dan aparatnya untuk membebaskan teman-teman wartawan yang berjumlah 11 orang yang hingga kini belum ada tanda-tanda akan dibebaskan. (asy)
|