Gaza
– Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengutuk kejahatan yang dilakukan para pemukim pendatang Zionis dengan membakar sebuah masjid di desa
Yasouf selatan kota Nablus di Tepi Barat. Hamas menegaskan bahwa kejahatan ini tidak mungkin terjadi sekiranya tidak ada keterlibatan otoritas Abbas – Fayad dan represifnya terhadap pejuang perlawanan Palestina.
Pemimpin Gerakan Hamas Dr. Shalah Bardawil menatakan, Jumat (11/12), “Prosedur Zionis Israel yang membuat para pemukim pendatang Yahudi berani membakar masjid, serta provokasi besar dan serangan terhadap warga kami di al Quds dan Tepi Barat, terjadi dalam naungan keterlibatan milisi Abbas dan kerjasama dengan penjajah di Tepi Barat serta koordinasi dengannya untuk menghabisi perlawanan, mencegah atau reaksi apapun, bahkan meskipun hanya gerakan massa.”
Dia menegaskan bahwa kejahatan ini merupakan sebuah eskalasi yang berbahaya. Rakyat Palestina dan bahkan rakyat Arab harus mengusung aksi dan langkah-langkah konkrit untuk membela agama Allah dan rumah Allah yang dinodai dan dibakar di depan mata dan telinga dunia, sekaligus mendapatkan perlindungan dari milisi Mahmud Abbas.
Jurubicara fraksi Hamas di parlemen ini menegaskan bahwa masjid adalah bagian integral dari pilar-pilar agama kita dan iman kita. Para pemukim pendatang Zionis tidak berani maju menyerbu desa-desa Palestina, menyerbu masjid dan membakarnya kalau mereka tidak mendapatkan ketentangan penuh bahwa milisi Abbas memberikan perlindngan kepada mereka, mencegah perlawanan dan rakyat untuk bererak menghentikan mereka.
Bardawil mengatakan, "Sudah saatnya sekarang bagi orang-orang Palestina mengatakan kata-katanya di hadapan mereka, para kolaborator, yang memberikan payung kepada penjajah dan pemukim pendatang Zionis untuk melakukan kejahatan dan penghancurn. Untuk mengatakan di depan para pemukim pendatang Zionis yang menamakan rakyat Palestina sebagai siksaan. (seto)
|