Gaza – Infopalestina: Dinas Perlintasan dan Perbatasan di Jalur Gaza menegaskan, frekwensi pembukaan perlintasan Rafah yang jauh menciptakan penderitaan kemanusiaan tersendiri bagi warga. Jumlah warga yang mengalami krisis kemanusiaan makin banyak. Baik dari kalangan pasien, korban luka, pelajar, warga yang tinggal di Jalur Gaza yang sangat mendesak untuk bepergian. Dinas menegaskan bahwa tidak boleh perlintasan ditutup untuk situasi kemanusiaan. Dalam salinan pernyataan yang diterima oleh Infopalestina hari ini Selasa (9/2) Dinas mengisyaratkan bahwa kontak masih terus dilakukan dengan pejabat Mesir dan sebagian lembaga internasional agar membuka perlintasan Rafah untuk kondisi dan kasus kemanusiaan dan bagi pemilik visa disamping pelajar yang tidak mampu meneruskan studinya di luar. Dinas kembali menyampaikan tuntutannya agar segera membuka perlintasan. Sebab ada sejumlah kasus kemanusiaan yang sulit. Misalnya warga yang hendak berobat ke luar Jalur Gaza. Dinas menegaskan, kontak dengan pejabat Mesir untuk membuka perlintasan tidak terputus. Dinas meminta kepada pejabat Mesir untuk membuka perlintasan agar para warga yang hendak bepergian tidak terlunta-lunta. (bn-bsyr)
|