Al-Quds – Infopalestina: Shalomet Aloni, mantan menteri di pemerintah Israel menegaskan di harian Yediot Aharonot Senin (30/11), pihaknya mengecam setiap pihak yang menolak perjanjian pertukaran tawanan dengan Hamas untuk mengembalikan serdadu Israel Gilad Shalit. Yakni mereka menolak dengan alasan, Hamas meminta pembebasan tahanan Palestina yang dianggap tangannya bersimbah darah Israel. “Mereka yang menolak ini harus ingat bahwa sejak Intifadhah II tahun 2000, kita (Israel) telah membunuh ribuan rakyat Palestina dan tangan kita bersimbah darah rakyat Palestina juga sehingga kita harus membebaskan tahanan Palestina yang diminta Hamas untuk dibebaskan,” tegasnya. Shalomet Aloni dilahirkan tahun 1928 yang merupakan Yahudi Polandia dan bergabung dengan milisi Palmach (unit dari petarung di pasukan Hagana Israel). Ia pernah ditawan oleh pasukan Jordania. Ia mendirikan the Center for Middle Eastern Studies tahun 1984 dan pernah menjabat menteri telekomunikasi, menteri kebudayaan dan pendidikan. Ia juga pernah mengetuai partai Meretz kiri. (bn-bsyr)
|