Gaza
– Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan bahwa pernyataan salah seorang pemimpin gerakan Fatah. Saeb Erekat, dan menteri perang Zionis yang juga mantan anggota Knesset Israel dari partai Kadima, Shaul Mofaz, yang mengisyaratkan pada berkas Hamas adalah politik tidak bersih. Dan Hamas tidak akan melibatkan diri di dalamnya.
Juru bicara Hamas, Dr. Sami Abu Zuhri mengatakan hal itu kepada wartawan, Selasa (10/11). Dia mengatakan, "Gerakan Hamas tidak akan berunding dengan penjajah Israel dan juga tidak akan menjadi penyelamat kelompok "Oslo". Lebih gerakan Fatah mencari pilihan baru yang mendasarkan pada pemulihan persatuan nasional dan pertimbangan kembali ke proyek perlawanan, ketimbang upaya-upaya untuk menggunakan berkas gerakan Hamas untuk memperbaiki konsisi perundingan Otoritas Palestina."
Abu Zuhri menambahkan, "Perkataan Erekat tentang kemungkinan pengunduran diri Abbas dan pengalihan kekuasaan kepada Ketua Dewan Legislatif Palestina, Dr Aziz Duweik, tidak mencerminkan rasa hormat atas kewenangan Dewan Legislatif. Namun sebuah upaya untuk melempar bola api yang dihasilkan dari kegagalan proses kompromi di pangkuan gerakan (Hamas)."
Abu Zuhri menegaskan bahwa gerakannya terus memantau semua perkembangan dan akan mengambil langkah yang sesuai ke arah itu. Gerakan Hamas menyerukan kepada gerakan Fatah untuk menghentikan kesia-siaan ini dan kembali ke musyawarah nasional dan mencari pilihan-pilihan nasional yang disepakati bersama. (seto)
|