Gaza – Infopalestina: Jurubicara Gerakan Islam di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki Israel tahun 1948, Syaikh Saleh Lutfi, menilai seruan kelompok ekstrim Zionis dalam penutupan masjid al Aqsha bagi umat Islam sampai serdadu Israel Gilad Shalit dibebaskan, adalah penegasan akan logika mereka yang sakit mental dan jiwa mereka yang mengalami krisis.
Hal tersebut disampaikan Syaikh Lutfi menanggapi aksi kelompok-kelompok ekstremis Yahudi yang mulai menyerukan kepada pemerintah ekstrim kanam Zionis – melalui sebuah dokumen dengan judul “Kami Tutup Temple Mount untuk Orang-orang Arab" – agar menutup masjid al Aqsha, untuk menekan gerakan-gerakan perlawanan Palestina agar membebasan Shalit.
Lutfi mengatakan dalam sebuah pernyataan Rabu (2/12), yang salinannya diterima koresponden Infopalestina, "Tidak ada batas kesombongan, keangkuhan dan provokasi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstremis Zionis, yang telah menjadi duri dalam urat nadi institusi-institusi Zionis Israel." (seto)
|