Cari
Abdul Qadir: Otoritas Palestina Terbukti Gagal dan Hanya Jadi Beban
cetakan E-Mail
Abdul Qadir: Otoritas Palestina Terbukti Gagal dan Hanya Jadi Beban
[ 23/11/2009 - 09:59 ]

 

 

Tepi Barat – Infopalestina: Seorang pejabat urusan Al-Quds di gerakan Fatah, Hatim Abdul Qadir mengkritik pedas Otoritas Palestina pimpinan Mahmod Abbas. Ia menyebut Otoritas Palestina gagal mewujudkan target-target nasionalisme dan hanya menjadi beban bagi Palestina.

Abdul Qadir – yang dipecat oleh pemerintah Salam Fayyad karena menghujat tindakan Otoritas Palestina yang membiarkan kasus Al-Quds dan tidak berusaha menghadang rencana jahat Israel meyahudikan dan mengusir warga Palestina – dalam diskusi di Nasherah wilayah Palestina jajahan tahun 1948 yang kemudian dilansir oleh Aljazeera.net Ahad kemarin mengatakan, Otoritas Palestina di Ramallah bukan tuhan. Jika ia tidak bisa mewujudkan tujuan-tujuan yang menjadi tugasnya maka ia hanya jadi beban semata.

Ia menjelaskan, Otoritas Palestina di Ramallah telah gagal mewujudkan tujuan-tujuan nasional Palestina dan itu sudah menjadi kenyataan. “Ketika kita menyampaikan secara resmi bahwa sudah sampai pada jalan buntu, maka Intifadhah menjadi pilihan. Namun kini kita membutuhkan pimpinan yang meyakini kemampuan rakyatnya untuk melawan Israel. saya tidak menutup kemungkinan bangkitnya perlawanan Intifadhah III dalam waktu dekat jika kondisi politik mengalami kebuntuan. Apalagi persepsi politik bernuasan kesatuan telah hilang dari Otoritas Palestina Ramalah, bahkan sudah terkena kelumpuhan otak” tutur Abdul Qadir.

Ia menambahkan, “Saya menolak menjadi saksi palsu yang mengorbankan kota suci Al-Quds.” Ia menegaskan, Otoritas Palestina Ramallah dan negara-negara Arab tidak tidak menoleh kepada Al-Quds sedikitpun. Sementara Komisi Al-Quds yang dipimpin oleh Maroko hanya ada dalam tulisan.

Ia menegaskan, Al-Quds yang mengalami problem-problem social mengharuskan pertemuan negara-negara Arab setiap tahun mengumpulkan 50 juta dolar. Namun organisasi-organisasi permukiman Yahudi di kota Al-Quds menerima setiap tahunnya dari dunia sebesar 500 juta dolar di kota ditambah satu milyar dolar dari pemerintah Israel sendiri untuk yahudisasi kota itu.

Ia menilai, ketegaran warga Al-Quds yang setia berjaga dari kejahatan Israel seperti seseorang yang memegang bara api.

Abdul Qadir menegaskan, jalan politik sudah buntu bagi Palestina dan Israel bukan lagi menjadi partner sebab mereka tidak pernah mengubah pandangan lamanya terhadap Palestina yang melihat warga Palestina hanya sebagai masalah keamanan, terus menyita dan merampas rumah-rumah warga, memaksakan kondisi sesuai rencana Israel, padahal kebutuhan mendesak bagi Palestina adalah persatuan. “Karenanya, kita harus benar-benar menjadi masalah keamanan bagi Israel” pungkas Abdul Qadir. (bn-bsyr)

Page Top

 
 
Israel Mau Apa?

Dr. Fayez Abu Shamalah

 



 

Jl. Mampang Prapatan XV no. 15A/3 Mampang Prapatan Jakarta Selatan 12760
Tel. 021-79192705