Cari
Hamas Minta Negara Donor Komitmen untuk UNRWA
cetakan E-Mail
60 Tahun UNRWA
Hamas Minta Negara Donor Komitmen untuk UNRWA
[ 08/12/2009 - 04:12 ]

 

Gaza – Infopalestina: Divisi urusan tahanan di gerakan Hamas menyerukan kepada negara-negara donor Badan Bantuan Pengungsi Palestina UNRWA untuk komitmen dengan kesepakatan setelah 60 tahun badan ini dibentuk.

Husam Ahmad, ketua divisi pengungsi di Hamas dalam pernyataan persnya yang diterima oleh Infopalestina kemarin Senin (7/12) menegaskan, bertahannya lebih dari 2/3 rakyat Palestina dalam pengungsisan selama lebih dari 60 tahun merupakan kondisi memalukan bagi dunia internasional yang mengaku menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Padahal dunia internasional menyaksikan kejahatan-kejahatan Israel di depan mata terhadap rakyat Palestina setiap hari. Namun mereka tidak bergerak dan hanya mengeluarkan pernyataan tanpa bertindak yang bisa mengakhiri penderitaan pengungsi Palestina sehingga bisa kembali ke tanah air mereka.

Ahmad menilai, kejahatan terbesar di era moderen ini adalah terusirnya anak bangsa Palestina dari tanah air mereka.

Karenanya, UNRWA harus tetap memberikan bantuannya kepada rakyat Palestina sebagai tanggungjawab internasional terhadap pengungsi. Divisi pengungsi Hamas mengecam tindakan sebagian negara donor UNRWA yang mengelak dari tanggungjawabnya.

Ahmad mengingatkan, sejak perjanjian Oslo, UNRWA mengalami ancaman niat buruk dari sebagian dunia internasional yang berusaha menghilangkan badan ini karena keberadaannya dianggap mengancam proses perdamaian.

Ia mengisyaratkan, ada upaya mendorong negara Arab menambah jatah bantuannya ke UNRWA dimana selama ini Liga Arab menetapkan tidak lebih dari 8 % dari dananya untuk diberikan kepada UNRWA setiap tahun. Ini memberikan isyarat seakan hanya tanggungjawab Arab bukan dunia.

Ia menambahkan, penolakan Kanada membayar setorannya kepada UNRWA selama dua tahun berturut-turut. Ini akan mendorong negara lain menolak memberikan setorannya sehingga yang bertanggungjawab memberikan setoran ke UNRWA hanya negara Islam dan Arab.

Ia menegaskan, Komisi Tinggi urusan Tahanan berusaha menjauhkan pengungsi dari daerah konflik dari perbatasan Suriah dan Irak ke Brazil, Amerika Latin, Cyprus, Australia, dan Skandiva. Sementara para pengungsi itu tidak bisa menyesuaikan diri dan mencari peluang kerja.

Karenanya, Ahmad meminta kepada dunia internasional untuk serius memperhatikan hak pengungsi Palestina dan meminta memasukkan nama sejumlah pengungsi Palestina yang terkatung dalam daftar penerima bantuan UNRWA.

Ahmad juga meminta kepada negara-negara Arab untuk membuka perbatasannya untk para pengungsi Palestina yang terkatung-katung agar mereka bersatu kembali dengan keluarga mereka di kamp pengungsi. (bn-bsyr)

 

Page Top

 
 
Israel Mau Apa?

Dr. Fayez Abu Shamalah

 



 

Jl. Mampang Prapatan XV no. 15A/3 Mampang Prapatan Jakarta Selatan 12760
Tel. 021-79192705