Lathqiyah – Infopalestina: Semangat orang-orang bebas di dunia yang memutuskan untuk membela Gaza secara kemanusiaan dan membebaskan blokade dari Jalur Gaza secara politik tidak pernah berhentik. Segala upaya untuk mematahkan semangat mereka tidak pernah bisa berhasil. Begitulah yang ditegaskan para aktivis solidaritas internasional, terutama pemimpin rombongan konvoi kemanusiaan “Lifeline 3”, anggota parlemen dari Inggris, Galloway George. Mereka justru semakin teguh menyanpaikan pesan solidaritas mereka pada Gaza, yang saat ini hidup dalam blokade, ketidakadilan dan tembok baja.
Warga Lathqiyah dan pengungsi Palestina di kamp pengungsi al Aidin di pantai hari Sabtu malam (2/1) melepas keberangkatan konvoi kemanusiaan "Lifeline 3" yang berlayar dari pelabuhan Lathqiyah Suriah ke pelabuhan El Arish Mesir untuk menuju ke Jalur Gaza. Setelah ada kepastian dan pembekalasan semua potensi serta pemberian fasilitas yang memungkinkan konvoi melanutkan pelayaran, juga adanya jaminan dan akomodasi yang nyaman bagi para aktivis dalam konvoi ini. Demikian ungkap Gubernur Lathqiyah, Khalil Musyhadia. Anggota dan juga juru bicara konvoi Zahir Berawi kepada koresponden Infopalestina, mengatakan, “Konvoi yang kebanjiran sambutan dan upacara resmi dan dari rakyat, memutuskan untuk memindahkan kendaraan dan kargo melalui kapal Turki yang dirancang khusus untuk mengangkut barang dan kendaraan. Para aktivis akan tiba di bandara el-Arish melalui udara untuk menghemat waktu." Untuk diketahui bahwa waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan ke pelabuhan El-Arish 20 jam.
Berawi, yang menyatakan bahwa konvoi terpaksa kembali dari pelabuhan Aqaba karena sikap keras pihak berwenang Mesir untuk tidak menerima kedatangan mereka, menyatakan bahwa sejak tiga bulan yang lalu telah diberitahukan kepada kedutaan negara-negara, termasuk Mesir, mengenai pejalanan konvoi ini dan arahnya. Bahwa jumlah aktivis yang ikut dalam konvoi ini sebanyak 500 orang dari 17 negara Eropa, Arab dan Turki. Konvoi ini telah melewati sepuluh negara, yang memulai keberangkatannya dari ibukota Inggris London.
Untuk itu Berawi mengungkapkan harapannya pihak berwenang Mesir memfasilitasi perjalanan konvoi ini. Pihaknya berharap, Mesir baik rakyat maupun para pemimpinnya menjadi mitra dalam menyampaikan pesan kemanusiaan ini untuk dikirim ke Jalur Gaza, untuk menyembuhkan luka warganya sebaik mungkin. Dia menegaskan bahwa "frustrasi yang dirasakan oleh anggota konvoi lenyap ketika semakin mendekati waktu berlayar ke Gaza. Semakin dekatnya tujuan sudah cukup untuk menghilangkan semua dampak beban, terutama dalam kaitannya dengan sambutan yang diterima konvoi di perbatasan dengan Suriah, Yordania dan sampai ke Lathqiyah. (seto)
|