Gaza-Infopalestina : Menteri waqaf dan urusan agama Palestina, DR. Thalib Abu Syaer menegaskan usulan menteri perumahan Zionis untuk merekomendasikan pembangunan 692 unit permukiman Zionis di sebelah timur Al-Quds. Syaer menilai kebijakan Zionis ini sangat memalukan yang secara sistematis ingin menguasai Al-Quds untuk diyahudikan seluruh kota yang tersisa. Namun Zionis tidak akan mungkin melakukan ini semua tanpa dukungan materi dan teknologi dari pemerintah Amerika. Dalam pernyataan persnya, Senin (28/12) Abu Syaer menjelaskan, pemerintah Obama berupaya membuat citra dirinya di dunia Arab dan Islam sebagai Negara perdamaian dan berusaha untuk menghentikan permukiman. Keputusan perdana menteri Zionis, Benyamin Netanyahu yang akan membangun permukiman sebagai bukti bahwa Zionis tidak ingin berdamai, sebagaimana diklaim Amerika, selama ini. Zionis terus melakukan kebijakanya dibawah dukungan penuh Amerika untuk meningkatkan perluasan permukiman di wilayah Palestina terjajah, terutama Al-Quds. Abu Syaer mengisyaratkan, utusan perdana menteri Netanyahu sebelumnya sudah menjelaskan pada delegasi Amerika untuk Timur Tengah, George Mitchell bahwa pembangunan ini mencakup 692 unit rumah di tiga permukiman Zionis di Al-Quds. Sebanyak 198 unit dibangun di atas permukiman Besgate Zeivi, 377 unit permukiman di Nevi Yakob dan 117 unit di Harhuma, Jabal Abu Ganem. Kebijakan ini harus segera dihentikan, ungkap Abu Syaer. Kondisi ini memerlukan keseriusan dari pihak Arab serta kaum muslimin untuk mendukung perjuangan warga Al-Quds dan Palestina dalam menghadapi kebijakan Zionis yang mengincar semua benda yang ada di Al-Quds. Baik, batu, pepohonan dan manusianya. Atau semua yang berbau Islam di kota suci tersebut. Di sisi lain, Abu Syaer meminta seluruh lembaga baik pemerintah ataupun non pemerintah bekerja semaksimal mungkin mengungkap kebobrokan Zionis atas agresinya yang berkelanjutan terhadap Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha. Disamping berupaya mengajukan dakwaan terhadap Zionis bersamaan dengan koalisi internasional. (asy)
|