Cari













 
 

 
 
 























 
Lintas Peristiwa
20 Disember
2002
Saraya Al-Quds mengakui bertanggungjawab atas aksi berani di permukiman Yahudi "Kesuvim" di tengah Jalur Gaza yang mengakibatkan seorang pemukim Yahudi tewas dan lainnya luka-luka
2000
Para tahanan Hamas, termasuk Dr. Abdul Aziz Rantisi di penjara Junaed milik Otorita Palestina terus melakukan aksi mogok makan menentang penahanan mereka, walaupun sudah ada surat pembebasannya dari Yaser Arafat
1983
400 pejuang Palestina dari semua kalangan, laki, perempuan dan anak-anak dipimpin Yaser Arafat keluar dari Tripoli, Lebanon setelah dikepung pihak Zionis 'Israel' selama beberapa bulan. Para pejuang ini menggunakan kapal Yunani berbendera PBB dikawal kapal perang Perancis dan pesawat udara Mesir menuju Yaman lewat terusan Suez dan wilayah Mesir
... arsip
PBB: Blokade Gaza Ilegal dan Harus Dicabut
PBB: Blokade Gaza Ilegal dan Harus Dicabut
[ 06/06/2010 - 01:09 ]

Kampala – Infopalestina: Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Navi Pillay, menegaskan bahwa blokade Israel yang dikenakan terhadap Jalur Gaza adalah ilegal dan harus dicabut. Pihaknya kembali menyerukan dilakukannya penyelidikan atas pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Israel hari Senin lalu terhadap aktivis solidaritas internasional di atas kapal-kapal armada kebebasan, yang telah mengakibatkan puluhan aktivis tewas dan terluka.

Pillay mengatakan hal tersebut pada konferensi pers Sabtu (06/05) di ibukota Uganda Kampala yang mengemban misi pencarian fakta tentang hak asasi manusia. Dia mengatakan, "Hukum humaniter internasional melarang pelaparan penduduk sipil sebagai sarana perang. Juga melarang pengenaan hukuman kolektif terhadap warga sipil. Dia mengingatkan negara-negara anggota bahwa blokade Gaza adalah ilegal dan harus dicabut.

Ditanya apakah Dewan Keamanan harus membawa situasi di Gaza ke Mahkamah Pidana Internasional, Pillay menyatakan bahwa Dewan Keamanan pernah menjatuhkan sanksi di masa lalu dan membawa situasi di kawasan Darfur Sudan ke Pengadilan Pidana Internasional.

Pillay, seorang mantan hakim di Pengadilan Kriminal Internasional, itu berada di Kampala guna menghadiri konferensi untuk meninjau Mahkamah. Yaitu mahkamah permanen pertama atas kejahatan perang dan mengamban misi pencarian fakta tentang hak asasi manusia di Uganda, salah satu dari lima "kasus" yang diselidiki oleh Pengadilan Pidana Internasional. (asw)

Page Top