Cari













 
 

 
 
 























 
Lintas Peristiwa
03 September
2001
Empat rangkaian bom terjadi mengguncang sejumlah wilayah di kota Al-Quds (terjajah) dan pihak Zionis Israel hanya mengakui 4 pemukim Yahudi saja yang terluka dalam peristiwa tersebut
2001
Para pejuang Intifadhah Al Aqsha berhasil melakukan serangkaian peledakan di sejumlah pemukiman Yahudi di Al-Quds (terjajah) sehingga mengakibatkan kerugian material yang sangat besar, namun belum bisa dicatat kerugian jiwa
1936
Para mujahidin perang Bala' di Palestina dibawah pimpinan el Qawaqaji terjun ke medan laga melawan penjajah Inggris
1260
Panglima Qutuz Berbaz memenangkan peperangan atas pasukan Mongolia dalam perang Ain Jalut
... arsip
PBB: Blokade Gaza Ilegal dan Harus Dicabut
PBB: Blokade Gaza Ilegal dan Harus Dicabut
[ 06/06/2010 - 01:09 ]

Kampala – Infopalestina: Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Navi Pillay, menegaskan bahwa blokade Israel yang dikenakan terhadap Jalur Gaza adalah ilegal dan harus dicabut. Pihaknya kembali menyerukan dilakukannya penyelidikan atas pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Israel hari Senin lalu terhadap aktivis solidaritas internasional di atas kapal-kapal armada kebebasan, yang telah mengakibatkan puluhan aktivis tewas dan terluka.

Pillay mengatakan hal tersebut pada konferensi pers Sabtu (06/05) di ibukota Uganda Kampala yang mengemban misi pencarian fakta tentang hak asasi manusia. Dia mengatakan, "Hukum humaniter internasional melarang pelaparan penduduk sipil sebagai sarana perang. Juga melarang pengenaan hukuman kolektif terhadap warga sipil. Dia mengingatkan negara-negara anggota bahwa blokade Gaza adalah ilegal dan harus dicabut.

Ditanya apakah Dewan Keamanan harus membawa situasi di Gaza ke Mahkamah Pidana Internasional, Pillay menyatakan bahwa Dewan Keamanan pernah menjatuhkan sanksi di masa lalu dan membawa situasi di kawasan Darfur Sudan ke Pengadilan Pidana Internasional.

Pillay, seorang mantan hakim di Pengadilan Kriminal Internasional, itu berada di Kampala guna menghadiri konferensi untuk meninjau Mahkamah. Yaitu mahkamah permanen pertama atas kejahatan perang dan mengamban misi pencarian fakta tentang hak asasi manusia di Uganda, salah satu dari lima "kasus" yang diselidiki oleh Pengadilan Pidana Internasional. (asw)

Page Top