Ahmad Khalil Di tengah absennya pembicaraan serius dan berlanjutnya aktifitas pembangunan pemukiman Israel, Palestina bersiap secara aktif pergi bertolak ke PBB meminta pengakuan terhadap negara Palestina. Yakni ketika Majlis Umum PBB membuka pertemuan tahunannya pertengahan September depan. MU dijadwalkan akan membahas permintaan Palestina agar organsiasi negara-negara dunia PBB itu mendeklarasikan pengakuannya terhadap negara Palestina dengan perbatasan jajahan tahun 1967. Diperkirakan Amerika akan menggunakan hak vetonya untuk menghalangi terbitnya rekomendasi Dewan Keamanan PBB terhadap resolusi Majlis Umum mengakui negara Palestina di perbatasan jajahan tahun 1967. Agaknya Jerman condong menolak pengakuan ini sementara Inggris dan Perancis mengarah untuk mengakuinya. Adapun Cina agaknya akan mendukung Palestina kemanapun pergi, baik di Dewan Keamaman atau di Majlis Umum seperti yang dilansir sumber-sumber Palestina dari Menteri Luar negerinya belakangan ini. Sementara Moskow akan mempertegas piagamnya mendukung upaya Palestina. Tak heran dari sikap kepala otoritas Palestina Mahmud Abbas dalam pembukaan pertemuan dubes-dubes dan kepala delegasi diplomasi Palestina yang digelar di Istanbul ketika mengatakan, “Kami pergi ke PBB karena terpaksa dan ini bukan langkah sepihak. Langkah sepihak adalah pembangunan pemukiman Israel.” sebab Abbas dan timnya masih mengandalkan jalan perundingan meski sia-sia. Meski secara lisan Abbas menolak mengawali perundingan jika pemukiman Israel berlanjut dan tidak referensi legal baginya, namun ia tetap siap berunding sesuai dengan seruan Obama terakhir yang mengajak digelar perundingan untuk membicarakan perbatasan wilayah jajahan Juni tahun 1967. Bagi Abbas dan tim perundingnya, PBB bukanlah alternatif perundingan, namun ia bagian dari pilihan. Sebab Abbas siap kembali berunding ke jika ada kesempatan memulainya. Apalagi hasil voting PBB, meski positif untuk kepentingan negara Palestina merdeka dengan kedaulatan penuh di perbatasan jajahan 1967 dengan ibukota Al-Quds Timur, Abbas tetap tidak akan berpaling dari perundingan dan perundingan. (bsyr) Al-Wathan Qatar
|