Ramallah – PIP: Sumber tawanan dan mantan tawanan serta direktur pusat kajian tawanan dan HAM Palestina , Fuadh Khafasy menyebutkan, sebanyak 120 tawanan Palestina di penjara Over ikut gabung dalam aksi mogok massal tawanan. Sementara itu, pengelola penjara Zionis mengisolasi mereka dan menemoatkanya di barak 16 yang berada di lingkungan penjara Ramallah. Dalam pernyataan persnya, Khafasy mengatakan, kesepakatan nasional telah dicapai antara faksi-faksi dengan bergabungnya 120 tawanan, 50 diantaranya tawanan Hamas, 40 tawanan Front Kerakyatan dan 30 lainya berasal dari tawanan Fatah. Khafasy menambahkan, pengelola penjara Zionis telah merampas semua kebutuhan tawanan. Tidak ada yang tersisa untuk mereka selain baju sehelai. Mereka melakukan penggeledahan dan membawa garam, satu-satunya makanan milik tawanan, termasuk peralatan listrik serta seluruh alat komunikasi. Dalam kaitan ini, Khafas menambahkan, polisi Zionis memasukan anjing galak terhadap para tawanan yang sedang melakukan aksi mogok, sambil menghancurkan seluruh perabotan yang ada. Penggeledahan semacam ini, hampir tiap hari mereka lakukan dan tak mengenal waktu. Mereka sengaja melakukanya untuk memprovokasi para tawanan yang sedang mogok makan. (asy)
|