Al-Quds-PIP: Para tawanan Hamas di penjara padang pasir Negev menegaskan akan menggelar aksi mogok makan terbuka sebagai solidaritas dan dukungan terhadap rekan-rekan mereka, dan untuk menekan pihak penjara Israel supaya memenuhi tuntutan para tawanan. Dalam surat yang sampai kepada Pusat Informasi Palestina, Kamis (3/5) Para tawanan menjelaskan mereka akan terus melanjutkan aksi mogok makan, meski lebih dari 60 orang dalam kondisi sakit yang membutuhkan pengobatan setiap harinya, di samping lebih dari 20 tawanan berusia lebih dari 50 tahun. Dalam suratnya para tawanan menuding pihak penjajah Israel bertanggung jawab atas keselamatan hidup mereka, dan menuntut supaya mengakhiri kebijakan sel isolasi dan menghapus aturan yang dinamakan “Shalit” serta mengijinkan pihak keluarga tawanan dari Gaza dan Tepi Barat untuk mengunjungi anak-anak atau keluarga mereka di penjara. Para tawanan menyampaikan kepada segenap rakyat Palestina untuk memberikan dukungan kepada mereka, segera bangkit dan berinisiatif menggalang dukungan bagi mereka. Serta mendesak pihak media dan lembaga HAM lokal dan internasional untuk menyoroti dan mengangkat persoalan mereka, dan memberikan dukungan. Mereka menyebutkan bahwa saat ini memasuki pekan ketiga aksi mogok makan, artinya keselamatan sejumlah tawanan terancam, terlihat dengan pemindahan puluhan rekan mereka ke sejumlah rumah sakit. (qm)
|