Cari













 
 

 
 
 























 
Lintas Peristiwa
04 September
2006
Pihak Zionis Israel menggusur tanah seluas 1,52 hektar di desa Umm Salmonah, di kota Bethlehem
2001
Delegasi Zionis Israel dan Amerika melakukan aksi walk out dari sebuah konferensi menentang rasisme di Afrika Selatan. Sikap ini mereka ambil setelah para peserta konferensi menyatakan kesepakatannya bahwa gerakan Zionisme adalah gerakan rasis
2001
Seorang pelaku syahid, Raed Nabeel Barghothi dari Desa Abood, pinggiran Ramallah, mengendap-endap masuk ke jalan Yafa, di Al-Quds (terjajah) dengan berpakaian sipil Yahudi kemudian meledakkan dirinya di kerumunan pemukim Yahudi. Akibatnya, ia gugur syahid dan dua polisi Zionis tewas serta melukai 12 Yahudi lainnya
1999
PLO menandatangani kesepakatan “Sharm el Syeikh” dengan pihak Israel yang isinya menunda babak akhir perundingan damai selama setahun penuh
1997
Tiga pelaku aksi bom syahid melakukan aksinya secara beruntun dan spektakuler dengan meledakan bom yang mereka bawa di wilayah pasar yang padat pengunjung di kota Jerusalem. Akibatnya, 4 orang Yahudi tewas dan ketiga pelakunya gugur syahid semuanya
1982
Pembunuhan atas diri Presiden Lebanon, Basher el Jameel terjadi dalam sebuah ledakan bom di kantornya di Beirut. Itu terjadi selang beberapa jam saja dari pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Zionis Israel
... arsip
Mesir Larang Masuknya Bahan Bangunan ke Gaza
Mesir Larang Masuknya Bahan Bangunan ke Gaza
[ 06/06/2010 - 02:31 ]

Gaza – Infopalestina: Pihak berwenang Mesir menolak permintaan yang diajukan Asosiasi Dokter Arab di Kairo untuk memasukkan bantuan kemanusiaan dan bahan bangunan ke Jalur Gaza melalui gerbang pelintasan Rafah yang berbatasan dengan wilayah selatan Jalur Gaza. Hal ini terjadi justru di saat masyarakat internasional menyerukan penjajah Zionis Israel membuka pelintasan dan mencabut blokade segera dan membiarkan bahan bangunan masuk ke Jalur Gaza.

Wakil Asosiasi Dokter Arab di Jalur Gaza, Munir al Bash mengatakan bahwa pihak berwenang Mesir menolak permintaan dari asosiasi dokter Arab di Kairo untuk memasukkan bantuan kemanusiaan dan bahan rekonstruksi Jalur Gaza melalui gerbang pelintasan Rafah.

Dalam pernyataan khusus kepada koresponden Infopalestina, Sabdu (5/6), Munir mengatakan bahwa “kantor asosiasi di Kairo telah mengajukan permintaan kepada pihak berwenang Mesir untuk mengizinkan masukanya bantuan 220 ton bantuan pangan dan 200 ton bahan bangunan dan semen. Namun sampai saat ini pihak berwenang Mesir menolak mengizinkan hingga detik ini.”

Dia menjelaskan bahwa bantuan tersebut saat ini disimpan di kota el Arish Mesir menunggu izin Mesir untuk bisa masuk Jalur Gaza. Dia menegaskan bahwa tindakan mengulur-ulur dan penolakan tidak beralasan ini terjadi setelah Presiden Mesir Housni Mubarak mengeluarkan perintah pembukaan gerbang Rafah setiap hari dari kedua sisi.

Pemerintah Mesir terpaksa membuka gerbang Rafah menyusul terjadinya pembantaian biadab yang dilakukan Zionis Israel terhadap para aktivis kemanusiaan internasional di atas kapal armada kebebasan. Mesir mengizinkan masuknya mesin pembangkit listrik dan keluarnya pasien untuk berobat. Namun belum ada kemajuan soal izin masuknya bantuan ke Jalur Gaza. Hal ini meninggalkan pertanyaan besar tentang sikap Mesir. (asw)

Page Top