Gaza-PIP: Dr. Abu Sabah, Menteri Urusan Tawanan Palestina menegaskan, dua hari mendatang paling menentukan bagi aksi mogok tawanan Palestina. Apakah pihak penjara Israel mengabulkan tuntutan para tawanan atau memasuki fase gawat mogok makan, yang bisa menimbulkan jatuhnya korban. Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, Senin (30/4) Abu Sabah menegaskan bahwa hari-hari mendatang akan memasuki fase menentukan bagi para tawanan aksi mogok makan, para tawanan bertekad melakukan aksi mogok masal yang bisa melumpuhkan semua aktifitas di dalam penjara. Abu Sabah mengungkap bahwa pekan ini terus digelar perundingan antara pimpinan gerakan tawanan dan pihak penjara Israel guna mencari solusi mengakhiri aksi mogok makan. Pihak penjara sengaja menggabungkan para tokoh tawanan di penjara Askalan. Di antara soludi yang dipaparkan pihak penjara adalah menggabungkan tawanan yang diisolasi di satu ruangan dan mengambil janji dari para tawanan yang akan dikeluarkan dari isolasi untuk tidak melakukan aksi di luar penjara dan tidak memberikan saran apapun. Inilah yang ditolak mentah-mentah oleh para tawanan. Sementara para tawanan menuntut pihak penjara Israel mengabulkan tuntutan mereka, seperti diijinkan berkunjung bagi keluarga tawanan asal Gaza untuk melihat putera mereka lewat video konferensi dll. Abu Sabah menegaskan bahwa aksi solidaritas untuk para tawanan akan terus digalang dan ditambah intensitasnya di sejumlah kota Palestina maupun di luar. Ditegaskan pentingnya menggalang semua upaya untuk mendukung para tawanan dalam pertempuran mereka meraih hak yang terampas. (qm)
|