Brussels
– infopalestina; -Kampanye Eropa untuk Hentikan Blokade Gaza menuduh pemerintah Zionis Israel melakukan pembantaian masal terhadap 1,5 juta warga yang tinggal di Jalur Gaza. Pembantaian masal ini dilakukan dengan terus memblokade kepada mereka sejak dua tahun terakhir ini. “Blokade ini merupakan blokade paling jahat sepanjang sejarah kemanusiaan,” jelas kelompok ini.
Erfat Madhi, juru bicara aksi kampanye, dalam keterangan pers hari ini, Jum’at (30/5) di Brussels yang foto kopiannya diterima oleh koresponden infopalestina disana, mengatakan;”Kebijakan blokade dan penutupan perlintasan menimbulkan dampak negative kepada rakyat Palestina di Gaza umumnya dan khususnya kepada anak-anak. Juga membuat kondisi kesehatan mereka memburuk, khususnya bagi korban sakit karena kehabisan obat-obatan dan lemahnya pelayanan rumah sakit dalam memberikan pertolongan kepada mereka.”
Madhi menilai apa yang tengah terjadi di tanah Jalur Gaza adalah Nakbah (prahara) dengan segala artinya yang mengancam kehidupan kemanusiaan. “Di saat rakyat Palestina memperingati 60 tahun Nakbah, ada 1,5 juta jiwa di Jalur Gaza hidup dalam nakbah baru. Mereka menghadapi perang pembantaian masal, namun pada saat yang sama perang pembantaian masal ini juga mengancam semua sendi-sendi kehidupan manusia, seperti air, obat-obatan dan makanan hingga bahan bakar serta listrik,” tandas Madhi.
Juru bicara kampanye ini juga menghimbau kepada Mesir segera membuka perlintasan Rafah untuk menyelamatkan penduduk Gaza. Ia juga menyerukan kepada dunia untuk “Menekan pemerintah Israel untuk mengizinkan membuka perlintasan, karena mereka yang menjajah tanah Palestina dan menghentikan pembantaian masal yang diterapkan kepada penduduk Gaza karena melanggar semua hukum internasional.” (AMRais)
|