Kobr – Infoplestina: Akibat disiksa dinas intelijen keamanan kepresidenan Abbas, seorang imam masjid desa Kobr, terletak di pinggiran Ramallah, Tepi Barat, Syaikh Majd Abdul Aziz al Bargothi (42) meninggal dunia, Jum’at (22/02) malam.
Kepada koresponden Infoplestina, sumber-sumber di gerakan Hamas menegaskan, informasi yang ada menunjukan bahwa jasad Syaikh Bargothi sampai di rumah sakit bedah di Ramallah, Jum’at (22/02) malam dalam keadaan sudah meningal dunia.
Sumber ini mengatakan, “Syaikh Kobr adalah salah seorang kade Hamas yang telah diculik selama 9 hari sejak sebelum meningganya dari depan masjid Kobr sekelur menunaikan shalat dan di depan para jama’ah.”
Masih menurut sumber ini, Syaikh Bargothi meninggal akibat penyiksaan yang sangat keras. Berdasarkan informasi dari rumah sakit, beliau mengalami pendarahan hebat di otaknya akibat penyiksaan. Sebab sebelumnya Syaikh Bargohti sama sekali tidak menderita sakit apa-apa. Demikian penjelasan keluarga korban kepada gerakan Hamas.
Pada hari Rabu (20/02) Syaikh Bargothi dibawa ke rumah sakit bedah Khaled al Jirahi akibat penyiksaan sangat keras terhadap dirinya. Namun dinas intelijen Abbas menolak agar Syaikh tetap berada di rumah sakit dan akhirnya setelah satu jam di rumah sakit beliau dibawa kembali ke penjara dan kembali mengalami penyiksaan. Sampai sakhirnya diumumkan wafat beliau di dalam penjara dan dibawa ke rumah sakit pada Jum’at (22/02) malam dengan jasad penuh bekas penyiksaan.
Para saksi mata menyebutkan, pengeran suara di masjid-masjid Kobr pada Jum’at malam segera mengumumkan wafatnya Syaikh Bargothi yang disambut dengan kemarahan massal warga Kobr yang sangat menghormati imam masjid mereka yang terkenal dengan keteladanan moral, akhlak dan pergaulan yang baik dengan semua kalangan. Beliau adalah salah seorang tahanan yang dibebaskan dari penjara Zionis Israel setelah mengalami penahanan sebanyak 5 kali selama 9 tahun. (seto)
|