Moscow-Infopalestina: Ketua biro politik gerakan perlawanan Islam Hamas, Kholid Misy’al menuding Amerika serikat habisi upaya rekonsiliasi Palestina, dengan menekan presiden demisioner, Mahmud Abbas untuk menghindar dari rekonsiliasi Dalam pernyataan persnya di Moscow, selepas pembicaraanya dengan menlu Rusia, Sergey Lavrov, Senin (8/2) Misy’al menegaskan, pihaknya siap menanda tangani draft rekonsiliasi Mesir setelah diadakan beberapa perubahan sesuai permintaan Hamas. Ia menegaskan, tentang pentingnya peran Mesir dalam masalah ini, tetapi pihaknya menyambut setiap upaya termasuk Rusia untuk mengakhiri perpecahan dalam negeri. Dalam kaitan ini, Misy’al juga memuji dukungan Rusia terhadap Hamas sebagai bukti bahwa Moscow siap berinteraksi dengan siapapun di kawasan terutama para aktivis politik. Misy’al membantah menurunnya hubungan Hamas-Moscow. Ia mengatakan, dirinya telah bertemu dengan Lavrov dan Saltonov. Dan ini pertemuan yang ketiga. Di sisi lain, Misy’al menegaskan, Hamas akan menggelar operasi militer sebagai balasan atas terhadap terbunuhnya salah satu pendiri Al-Qossam, Syaikh Al-Syahid Mahmud Al-mabhuh pada 20 Januari kemarin di Dubai. Balasan terhadap Mosad, bukan hanya hak gerakan Hamas, bahkan menjadi suatu kewajiban. Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan operasi khusus untuk melakukan tindakan balasan tersebut. Terkait dengan transaksi pertukaran tawanan dengan Israe, Misy’al menyebutkan, perundingan soal ini kembali buntu, akibat permainan politik Netanyahu. Adapun masalah Gaza, Misy’al meminta segera dihapuskannya blokade Gaza dan pembangunan kembali wilayah itu, setelah dihancurkan Israel pada perang al-Furqan kemarin. Ia menyambut semua mekanisme yang dilakukan Arab maupun dunia internasional untuk memudahkan rekonstruksi Gaza. Sementara itu, di pihak lain, Menlu Rusia, Sergey Lavrov yang menjelaskan, bahwa tujuan utama dari pembicaraanya dengan Hamas adalah dalam rangka membangun upaya yang sedang diusung Mesir sebagai mediator pemersatu Palestina. Kunjungan Misy’al kali ini merupakan respon dari undangan resmi Moscow dan mendapat perhatian luas dari kalangan media Rusia. Kunjungan ini merupakan yang ketiga kalinya Hamas lakukan sejak kemenanganya dalam pemilu parlemen empat tahun yang lalu. (asy)
|