Hebron – Infopalestina: Perlintasan Israel yang baru dibuka di selatan Hebron tepatnya di baldah Dlahiriah menjadi ajang pelanggaran HAM dan penghinaan terhadap para buruh Palestina pembawa dokumen kerja ke Palestina jajahan 1948.
Sejumlah pekerja menyatakan, setiap hari mereka melalui perlintasna itu dipaksa serdadu Israel untuk melalui gerbang elektronik untuk diperiksa kemudian membuka makanan yang mereka bawa untuk diperiksa juga. Meski makanan itu hanya roti dan lauk, serdadu tetap memaksa mereka untuk dikeluarkan dan diperiksa kemudian dimasukkan kembali. Semua yang mereka bawa harus diperiksa dari ikat pinggang, sepatu dan lainnya.
Israel juga melarang para pekerja untuk berbicara satu sama lainnya ketika mereka sedang menunggu. Bahkan tak segan-segan Israel melontarkan kata-kata hinaan. Padahal tidak sedikit buruh itu di atas usia 60 tahun.
Pada Sabtu lalu (27/10) serdadu Israel menutup perlintasan itu tanpa sebab sehingga ratusan buruh Palestina terpaksa kehilang pekerjaan mereka.
Tidak hanya sampai di situ, piolisi Israel juga kerap memeriksa para pekerja yang tidak membawa surat lengkap yaitu mereka yang masih magang untuk diperiksa dan ditangkap. Kerap kali mereka melakukan penganiayaan. Sering kali para pekerja itu dibuang ke tempat yang jauh.
Seorang pekerja Palestina sebut saja namanya K.M pernah dikejar-kejar serdadu Israel. Setelah tertangkap, ia dipaksa melepaskan semua pakaiannya kecuali celana dalam. Kemudian ia dipaksa untuk tanda tangan untuk tidak kembali mencari rizki di sana sampai tiga bulan.
Tak ada keamanan kerja
Korban terakhir akibat kesengajaan Israel tidak memberikan fasilitas keamanan kerja adalah warga Palestina di Al-Quds pekan lalu meninggal karena jatuh gedung lantai lima. Selama enam tahun terakhir tercatat 41 pekerja meninggal karena tidak ada jaminan keselamatan kerja. (bn-bsyr)
|