Gaza – Infopalestina: Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina UNRWA memutuskan untuk menangguhkan aktivitasnya di Jalur Gaza setelah serangan terhadap timnya terus meningkat dari militer Israel. Jalur Gaza benar-benar mengalami krisis kemanusiaan serius, disebagian wilayah terjadi eksodos besar-besaran.
Juru Penerangan UNRWA, Adnan Abu Hasanah, menegaskan UNRWA telah memutuskan menghentikan aktivitasnya sampai merasa aman disebabkan oleh meningkatnya serangan dari militer Israel terhadap fasilitas milik agensi dan para pegawainya.
Seorang sopir truk milik UNRWA tewas dan yang lainnya terluka terkena serangan tembakan Israel dekat gerbang Erez di wilayah utara Jalur Gaza.
Di sisi lain, Jurubicara Palang Merah di Gaza, Iyad Nashr, menegaskan tim layanan ambulannya mengalami serangan tembakan peringatan dari militer Israel saat berupaya masuk ke daerah kampung Zaitun di Jalur Gaza.
Nashr mengatakan tim medisnya tidak berhasil mengeluarkan jasad korban yang meninggal dan terluka dari lokasi yang menjadi serangan itensif karena pasukan Israel melarang mereka menggunakan mobil ambulan.
Sebelumnya sebuah tim medis Palestina mengalami serangan dari pasukan Israel saat berupaya menolong salah seorang korban di kamp pengungsi Jabalya, wilayah utara Jalur Gaza. Bersama tim medis tersebut dua orang aktivis asing di bidang HAM, mereka berasal dari Kanada dan Spanyol. Salah seorang anggota tim medis terkena dua tembakan salah satunya bersarang di kepala. (seto)
|