Gaza-Infopalestina: Gerakan perlawanan Islam Hamas kembali menegaskan, responya terhadap laporan Goldestone, bukan berarti minta maaf atas hak perlawanan. Hal ini harus dijelaskan, mengingat ada sejumlah jubir Fatah yang meminta Hamas agar minta maaf kepada rakyat Palestina atas kesalahanya sehingga mereka digempur oleh Israel. Dalam pernyataan persnya, Ahad (7/2) Hamas membantah pernyataan sejumlah pemimpin Fatah yang meminta gerakan Hamas agar meminta maaf kepada rakyat Palestina atas terbunuhnya warga sipil, menyusul pemberitaan dari Zionis yang menyebutkan, Hamas meminta maaf atas terbunuhnya masyarakat sipil Zionis, selama perang al-Furqan kemarin. Dalam pernyataannya yang dilansir infopalestina kemarin, Hamas menegaskan, aksi Zionis pada agresinya kemarin merupakan kejahatan atas nama kemanusiaan. Tudingan ini tak perlu bukti, sejumlah kamera televise maupun cetak telah mengabadikan bagaimana pasukan Zionis menggunakan bahan peledak yang dilarang dunia internasional apalagi dengan dibubuhi phosphor putih, hingga membinasakan anak-anak, wanita dan orang tua. Laporan yang dibuat pemerintah Palestina di Gaza tidak mengandung permintaan maaf. Laporan tersebut berisi catatn lenkap atas semua bentuk kejahatan Israel serta aksi balasan yang dilakukan kelompok perlawaan terhadap target-target pasukan Zionis sebagai respon atas permintaan laporan Goldstone yang meminta Hamas menjawabnya. Dalam pada itu, Hamas mengecam tudingan kelompok Fatah yang mengatakan Hamas melakukan aksi kekacauan dan menghabisi rakyat Palestina hanya karena tidak berjenggot atau tidak dukung Hamas. Jubir Hamas membantah, justru yang melakukan aksi tersebut adalah Fatah yang menghabisi rakyat Palestina terutama mereka yang hafal Al-Qur’an, di masjid-masjid. Mereka juga menganiaya sejumlah wartawan saat melaksanakan tugas serta menjatuhkan seseorang yang berjenggot dari atas gedung, yang kemudian diketahui bernama Taufiq Abu Haushah yang merupakan simpatisan Fatah sendiri. Hamas dengan ini mengcam aksi Fatah yang senantiasa membolak balikan fakta, sambil tetap bekerja sama dengan media informasi Zionis. Tapi semua ini kami abaikan dengan tujuan yang lebih tinggi yaitu tercapainya rekonsiliasi hakiki nasional. (asy)
|